Kamis, 22 Januari 2009

hasil foto kamera SLR





jenis kamera slr canon terbaru

Canon EOS 5D dan Canon EOS 1D Mark II N
TERBAIK di Teknologi Digital SLR, TERHEBAT di Kelas Profesional

PT Datascrip dengan bangga meluncurkan Canon EOS 5D dan EOS1D Mark II N yang merupakan terobosan teknologi digital kamera terkini dari Canon.

"Peluncuran kedua kamera digital SLR ini sudah sangat dinantikan para fotografer profesional di Indonesia, dan kami optimis dengan tambahan 2 model kamera digital SLR ini Canon dapat mempertahankan posisi no. 1 di Indonesia" jelas Merry Harun - Director Canon Division PT Datascrip.

Canon EOS 5D
Performa Prima Full-Frame CMOS Sensor
Canon EOS 5D digital SLR dengan fitur 12.8 MP full-frame CMOS sensor, ditujukan bagi fotografer profesional dan kalangan pecinta fotografi lainnya yang membutuhkan kamera digital SLR full-frame dengan harga yang lebih terjangkau namun tetap handal.

Canon EOS 5D menggunakan 'the next generation' sensor CMOS full frame 35mm sehingga lensa wide angle dapat digunakan untuk memberikan hasil image yang berkualitas tinggi dan saturasi warna serta detil lebih sempurna. Fotografer studio pasti membutuhkan kamera dengan piksel lebih tinggi ini, agar dapat dicetak ukuran besar dan sangat cocok untuk post-editing serta touch-up gambar.

Canon EOS 1D Mark II N
Handal dan Tercepat
Inilah penerus kamera digital tercepat di dunia! Memiliki kekuatan 8.2 MP CMOS sensor dan teknologi 8-channel high-speed reading yang memberikan kualitas gambar terbaik dengan noise yang hampir tidak ada serta dilengkapi prosesor DIGIC II sehingga memiliki kecepatan 8.5 fps. Untuk pengambilan gambar dengan exposure lebih dari 2 detik, EOS 1D Mark II N secara otomatis mendeteksi tingkat noise pada gambar dan menguranginya. Selain itu, pengguna juga tetap dapat me-nonaktif-kan fitur auto noise detection ini.

Dengan waktu start up hanya 0.2 detik, juga berbagai fitur yang memudahkan penggunanya, Anda dapat memilih untuk menggunakan continuous shooting dengan kecepatan tinggi antara 2 hingga 8.5 fps dengan jumlah burst mencapai 22 frame untuk format RAW atau 48 frame untuk JPEG (Large). Untuk mendapatkan fokus yang tepat pun sangat mudah dengan opsional layar fokus matte Ec-S yang mengoptimalkan lensa dengan aperture f/1.8 hingga f/2.8. Sedangkan fitur automatic focus yang disertakan menggunakan 45-point area AF dengan metering sensor pada 21 zona. Kamera ini juga dilengkapi extended ISO 50-3200.

Fitur Zoom-in tersedia pada display Quick Review ketika gambar muncul pada layar. Terdapat 2 slot kartu memori, untuk CF dan juga SD card. Fungsi penyimpanan pun terpisah sehingga pengguna dapat memilih gambar mana yang akan disimpan - misalnya menyimpan image RAW pada CF card dan JPEG pada SD card atau kedua jenis image pada salah satu kartu memori.

Fitur Terbaru Lainnya
Chip single prosesor DIGIC II menghitung algoritma asli Canon dan mengirimkan sinyal dari CMOS sensor untuk menghasilkan dengan cepat gambar yang jelas, beresolusi tinggi, natural, warna yang hidup dan gradasi warna yang indah.

Selain itu kedua kamera digital ini dilengkapi gebrakan teknologi terbaru Canon - fungsi komposisi Picture Style. Seperti halnya pada kamera film konvensional, seorang fotografer bisa memilih bermacam tipe film untuk mendapatkan hasil foto yang disesuaikan dengan kondisi pemotretan yang diinginkan. Picture Style tersedia dalam 6 mode: Standard, Portrait, Landscape, Neutral, Faithful dan Monochrome.

Dengan monitor yang lebih luas berukuran 2.5 inchi atau 230,000-pixel, maka akan lebih nyaman bagi Anda saat melihat hasil jepretan dan juga menu yang ada. Selain kompatibel dengan PictBridge, Anda juga bisa mencetak image thumbnail atau mencetak gambar dengan informasi pengambilan gambar seperti model kamera, model lensa, shooting mode, shutter speed dan setting aperture. Foto dengan subyek backlight seperti manusia dengan bayangan wajahnya bisa diterangkan sekaligus melalui fitur PictBridge. Anda pun bisa mencetak foto secara langsung dengan 3 pilihan ukuran: 4" x 8" (wide size), 8" x 10" (8R) and 10" x 12" (10R).

teknik freezing


Anda ingin membuat foto seperti di atas ?

Berikut langkah-langkahnya
1. Tentukan tempat yang anda anggap bagus
2. Pastikan tidak ada halangan di udara seperti asap
3. Setting di Time Priority, set di 4 detik
4. ISO 400
5. Pasang di tripod
6. Perhatikan baik-baik situsi, sesaat setelah kembang api menyala, tekan tombol sutter


hasil foto dengan menggunakan slow shutter speed dan tripod


Slow Shutter Speed dan Tripod

Tripod adalah suatu yg mutlak dibutuhkan jika kita ingin berexperimen dengan foto-foto slow speed . Alasannya karena kamera harus ditopang oleh obyek lain selama shutter terbuka . Jika tidak , maka foto yang dihasilkan akan blur karena kamera goyang geser kesana kemari . Manusia normal ga akan kuat berdiri diam memegangi kamera selama bbrp sec tanpa goyang . Kecuali ente manusia robot yang bisa meng-hibernate diri sendiri :p . Well , tidak harus tripod sih .. obyek lain seperti karung pasir juga bisa . Yang penting cukup solid untuk menahan kamera selama shutter terbuka .

teknik dasar fotografi

Bagian 1 - Shutter Speed

Shutter Speed adalah lamanya waktu yg diperlukan untuk menyinari sensor CMOS ato CCD pada kamera digital, dan Film pada kamera konvensional. Pada Kemera tertera angka-angka 250,125,60,30,15 dst. Ini berarti lamanya penyinaran adalah 1/250 detik, 1/125 detik, 1/60 detik, dst.

Semakin besar angkanya berarti semakin cepat waktu yg digunakan, hal ini akan menciptakan efek diam (freeze), misalnya kita akan memotret objek yg sedang bergerak, misal mobil, dengan efek diam, kita memerlukan setidaknya shutter speed diatas 1/125 detik

Dua hal diatas tergantung juga dari kecepatan objek tersebut bergerak, semakin cepat objek bergerak, berarti semakin tinggi shutter speed yg dibutuhkan agar memperoleh efek diam atau bergerak yang kita inginkan, Perlu diperhatikan, semakin rendah shutter speed, akan mengakibatkan semakin besar juga kemungkinan terjadinya camera shaking, yg akan mengakibatkan hasil jepretan menjadi goyang dan tidak tajam

Bagian 2 - Aperture dan ISO
Setelah membahas Shutter Speed pada bagian pertama artikel ini, Elemen lain yg tidak kalah penting dalam fotografi adalah Aperture, Aperture Adalah ukuran bukaan lensa yang berfungsi memasukkan dan meneruskan cahaya ke film atau sensor. ukuran besar kecilnya diatur melalui diafragma. Pada kamera umumnya tertera 2,8; 4; 5,6 dst. angka2 tersebut dikenal sebagai f-number, jadi disebut aperture (bukaan) f/2,8; f/4; f/5,6 dst. Semakin besar aperture semakin kecil f-numbernya dan semakin kecil pula diameter bukaannya, jadi f/16 lebih kecil diameternya daripada f/5,6

Untuk mengetahui apakah exposure sudah tepat atau belum, pada kamera digital ato konvensional tersedia fasilitas metering. Sehingga terjadinya over exposure (kelebihan pencahayaan) atau under exposure (kekurangan pencahayaan) dapat diminimalkan.

kamera baru gw


Description: EOS 40D SLR Digital Camera Body Only
Manufacturer: Canon
Quick Glance
Weight: 26.08
Camera / Lens Type: Interchangeable
Memory Type: CompactFlash
LCD Screen Size: 3 in
MegaPixels: 10.5
Image Processor
Focal Length Conversion Factor (SLR): 1.6
Number of Image Sensor Pixels: 10500000
Image Sensor: CMOS
Image Quality
Number of Resolution Modes: 3
Max Vertical Image Resolution: 2592 pixels
Max Horizontal Image Resolution: 3888 pixels
Image Format: JPEG,RAW
Lens Features
Focus Features: Auto Focus,Focus Lock, Manual Focus, Multiple Point Focusing, Predictive Focusing
Lens Mount: Interchangeable
Exposure Controls
ISO Equivalencies: 100, 1600, 200, 3200, 400, 800
White Balance: Auto, Bracketing, Manual, Preset Modes
Metering Characteristics: Center-weighted, Evaluative, Multi-Segment, Spot, TTL
Number of Scene Modes: 6
Exposure Compensation Range (±): 2 EV
Bulb Setting: Yes
Exposure Settings: AE Lock, Auto Exposure, Exposure Bracketing, Manual Exposure, Multiple Exposure, Multiple Program Modes, Shutter Priority
Shutter Performance
Shutter Lag: 0.059 second(s)
Maximum Shutter Speed: 8000 1/x sec.
Minimum Shutter Speed: 30 sec.
Continuous Shooting Speed: 6.5 frames/s (fps)
Storage
Memory Type: CompactFlash
Other Features
Power Source: DC Input, Lithium Ion Battery
General Features: Photo Date/Time Stamping, Pictbridge Support, Self Timer
Interface Connection: USB - Universal Serial Bus, Video - Out (Unspecified)
Flash Characteristics: Accessory Shoe, Built-in Auto Flash, Flash Cancel (Off), Red-Eye Reduction, TTL Auto Flash
Camera Body Only: Yes
Included Components: Cables - Audio/Video, Cables - USB, Carrying Strap, External Battery Charger
LCD Screen Size: 3 in
Dimensions
Depth: 2.9 in
Weight: 1.63 lbs
Width: 5.7 in
Height: 4.2 in

Jumat, 16 Januari 2009

teknik panning

Berikut langkah-langkahnya:
1. Set di Time priority
2. Setting timenya 1/15 detik
3. ISO 100
4. AI SERVO
5. Sambil foto ikuti gerakan, klik shutter, masih mengikuti gerakan

jenis kamera bedasarkan media penangkapan cahaya

Jenis kamera berdasarkan media penangkap cahaya

Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer).

[sunting] Kamera film

Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.

[sunting] Jenis film

Pembagian film berdasarkan ukuran:

  • Small format (35mm)
  • Medium format (100-120mm)
  • Large format

Angka di atas berarti ukuran diagonal film yang digunakan. Setiap jenis ukuran film haru menggunakan kamera yang berbeda pula.

Pembagian film berdasarkan jenis bahan dan kesensitifannya:

  • Film hitam putih
  • Film warna
  • Film positif
  • Film negatif
  • Film daylight
  • Film tungsten
  • Film infra merah (sensitif terhadap panas yang dipantulkan permukaan objek)

[sunting] Kamera polaroid

Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.

[sunting] Kamera digital

Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda.

Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external memory yang menggunakan memory card.

Minggu, 11 Januari 2009

Lensa
Dalam fotografi, lensa berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (film). Di bagian luar lensa biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.

Macam-macam lensa
Lensa Standar. Lensa ini disebut juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.
Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens). Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya. Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.
Lensa Fish Eye. Lensa fish eye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.
Lensa Tele. Lensa tele merupakan kebalikan lensa wide angle. Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.
Lensa Zoom. Merupakan gabungan antara lensa standar, lensa wide angle, dan lesa tele. Ukuran lensa tidak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa yang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.
Lensa Makro. Lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.

Minggu, 04 Januari 2009

Kamera SLR

Kamera SLR (single-lens reflex) atau Kamera refleks lensa-tunggal‎ adalah kamera yang memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera dengan sama persis seperti apa yang ia lihat. Hal ini berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap di film.
Kamera SLR menggunakan pentaprisma yang ditempatkan di atas jalur optikal melalui lensa ke lempengan film. Cahaya yang masuk kemudian dipantulkan ke atas oleh kaca cermin pantul dan mengenai pentaprisma. Pentaprisma kemudian memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai jendela bidik. Saat tombol dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya sehingga cahaya dapat langsung mengenai film.